Kamis, 09 Mei 2013

Faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial


3.   Faktor  - faktor yang  mempengaruhi  perkembangan  sosial
      Perkembangan sosial  manusia di pengaruhi  oleh beberapa faktor yaitu :
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga . pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas di tetapkan dan di arahkan oleh keluarga.
A.    Kematangan
Bersosialisasi  memerlukan  kematangan fisik dan psikis, untuk mampu mempertimbangkan  dalam proses social , member dan menerima   pendapat orang lain , memerluka  kematangan  intlektual          dan emosional.  Di samping itu , kemampuan berbahasa ikut pula menentukan .
Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik  di butuhkan kematangan fisik sehingga setiap  orang  fisiknya telah mampu menjalankan fungsi dengan baik.
B.     Status  social  ekonomi
         Kehidupan social  banyak di  pengaruhi oleh kondisi  atau status  kehidupan social   keluarga  dalam  lingkunga  masyarakat.  Masyarakat akan  memandang anak , bukan sebagai  anak yang idependen akan tetapi akan di pandang dalam konteksnya yang utuh    dalam keluarga anak  itu , “ ia  anak siapa “ .
                   Secara tidak langsung  dalam pergaulan social  anak , masyarkat dan kelompoknya  akan mempengaruhi    tingkah norma yang berlaku  di dalam keluarganya .   sehubung   dengan  dengan   hal itu ,  dalam kehidupan social  anak akan senantiasa   “menjaga “  status  social  dan  ekonomi keluarganya. Hal ini berakibat lebih jauh  yaitu anak menjadi  “ terisolasi “   dari  kelompoknya .akibat lain  mereka akan membentuk kelompok  elit dengan  normanya  sendiri.
C.     Pendidikan .
Pendidikan merupakan proses  sosialisasi    anak yang terarah . hakikat pendidikan sebagai proses  pengoprasian yang normatif  .  akan memberi  warna  kehidupan social  anak  di  dalam masyarakat dan kehidupan mereka  di masa yang akan datang.  Penanaman   norma  perilaku yang benar secara  sengaja di berikan   kepada  peserta   didik yang  belajar di kelembagaan pendidikan  ( sekolah ).
Kepada peserta  didik bukan  saja dikenalkan norma   -  norma  lingkunga  dekat ,  tetapi  dikenalkan   kepada norma  kehidupan  bangsa  ( nasional )  dan kehidupan antar  bangsa .etik  pergaulan  dan pendidikan  moral  di ajarkan secara  terprogram dengan tujuan untuk member perilaku  kehidupan bermasyarakat  dan  bernegara.
D.    Kapasitas mental :   emosi  dan  inteligensi.
Kemampuan  berfikir  banyak mempengaruhi  banyak hal , seperti   kemampuan belajar ,    memecahkan  berbahasa . oleh  karna  itu ,  kemampuan  intlektual  tinggi , kemampuan berbahasa  baik ,dan  pengendalian emosional  secara seimbang   sangat menentukan keberhasilan  dalam perkembangan social anak .
Sikap  saling   pengertian   dan kemampuan memahami  orang  lain merupakan  modal  utama  dalam  kehidupan  social  dan hal ini   akan dengan  mudah  di capai  oleh remaja  yang  berkamampuan intelektual  tinggi.

4. Pengaruh  perkembangan  social  terhadap  tingkah  laku
              Dalam   perkembangan social  para  remaja dapat   memikirkan  perihal dirinya dan  orang  lain .pemikiran itu terwujud    dalam refleksi  diri yang menagarah kepenilaian diri dan kritik dari  hasil  pergaulannya dengan orang lain . dengan  refleksi diri,  hubungan  dengan  situasi   lingkungan sering    tidak   sepenuhnya di terima ,karena lingkungan  tidak  senantiasa sejalan  dengan  konsep dirinya yang tercermin sebagai suatu   kemungkinan bentuk tingkah laku sehari   -  hari .
            Pikiran remaja sering di pengaruhi oleh  ide –ide  dari   teori -  teori  yang  menyebabkan sikap  kritis  terhadap  situasi  dan orang lain ,  termasuk  orang tuanya.sikap  kritis   ini   juga  di tunjukan  dalam  hal  - hal   yang sudah  umum baginya   pada   masa   sebelumnya ,  sehingga  tata  cara  ,   adat  istiadat  yang erlaku di lingkungan  keluarga  sering  terasa  terjadi /  ada  pertentangan  sikap    kritis  yang  tampak  pada  perilakunya .  disamping itu  pengaruh  egosentris  masih  sering  terlihat  pada n pikiran remaja.
1.       Cita  -  cita  dan idealism yang  baik , terlalu menitik beratkan pikiran  sendiri ,  tanpa  memikirkan   akibat  lebih jauh  dan  tanpa  memperhitungkan kesulitan praktis  yang  mungkin  menyebabkan tidak  berhasilnya  menyelesaikan  persoalan .
2.      Kemampuan  berfikir  dengan pendapat  sendiri ,  belum  di  sertai  pendapat  orang  lain dalam  penilaianya . masih  sulit  membedakan pokok  perhatian  orang lain dari  pada  tujuan  perhatian diri  sendiri.  Pandangan  dari  penilaianya diri  sendiri di anggap sama dengan pandangan  orang lain mengenai orang lain  mengenai  dirinya.
   Pencerminan sifat  egois   sering  dapat  menyebabkan  “  kekakuan “  para remaja  dalam  berfikir maupun  bertingkah laku . persoalan  yang timbul pada  masa emaja adalah banyak bertalian dalam perkembangan fisik  yang di rasakan mengganggu dirinya  dalam  bergaul, karena  di sangkanya   orang lain sepikiran  dan  ikut  tidak  puas  mengenai  penampilan  dirinya.
   Melalui banyak  pengalaman dan  penghayatan    kenyataan  serta dalam menghadapi  pendapat  orang  lain , maka  sifat  ego  akan semakin  berkurang . pada akhir  masa  remaja pengaruh  egosintritas  sudah  sedemikian kecilnya ,sehingga remaja  sudah dapat  berhubungan dengan orang  lain tanpa  meremehkan pendapat dan pandangan orang lain.

5. Perbedaan  Individual  Dalam Perkembangan social .
            Bergaul dengan sesama manusia (sosialisasi ) dilakukan oleh setiap orang , baik secara individual maupun kelompok .
Dalam teori Erickson dinyatakan bahwa manusia ( anak) hidup dalam kesatuan budaya yang utuh ,alam dan  masyarakat menyediakan segala hal yang di butuhkan manusia . namun sesuai dengan minat ,kemampuan dan latar belakang kehidupan budayanya maka berkembang kelompok – kelompok social yang beraneka ragam.
Remaja yang telah mulai mengembangkan kehidupan bermasyarakat ,maka telah mempelajari   pola – pola social yang sesuai dengan kepribadiannya .
6. Upaya Pengembangan  Hubungan Sosial Remaja  Dan  Implikasinya Dalam  Penyelenggaraan Pendidikan .
                Remaja dalam mencari dan ingin  menetukan jati dirinya memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya . ia (mereka) belum memahami benar tentang noma – norma social yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat . sikap menentang dan sikap canggung  dalam pergaulan akan merugikan ke dua belah pihak .
Kesepakatan norma kehidupan remaja yang berada dengan kelompok lain ,mungkin  kelompok remaja lain, kelompok dewasa ,kelompok anak – anak , akan dapat menimbulkan perilaku social yang kurang atau tidak di terima oleh umum .tidak sedikit perilaku yang berlebihan  ( over acting) akan muncul. 

1 komentar:

  1. How does the game selection work for the casino - CBS News
    To win, there are two methods 데일리벳 to 헐리우드노출 select the 마틴게일 전략 minimum bet: either 슬롯나라 the dealer's first selection (the bettor's first selection) or 안전한바카라사이트

    BalasHapus